![]() |
| Evaluasi penumpang kapal usaha mandiri 01 yang hancur akibat menabrak karang. Photo (ist). |
Kapal yang mengangkut 12 orang awak dan penumpang, termasuk seorang bayi, serta muatan es balok sebanyak 185 batang, solar 55 jirgen, dan barang campuran, mengalami kerusakan parah pada bagian bawah hingga air masuk dan kapal hancur. Situasi tersebut langsung memicu upaya penyelamatan darurat oleh pihak terkait.
Sekitar pukul 01.30 Wita, salah seorang ABK segera menghubungi keluarganya di Desa Jinato untuk meminta bantuan dan melapor ke Pos Jagawana. Mendapat informasi tersebut, Babinsa Desa Jinato bersama anggota Pos Jagawana, Polairud, dan warga langsung bergerak menuju lokasi kejadian sekitar pukul 03.00 Wita.
Tim evakuasi sempat terkendala karena kondisi air surut sehingga belum bisa merapat ke kapal. Setelah air mulai pasang sekitar pukul 04.00 Wita, Babinsa, anggota Pos Jagawana, dan Polairud segera mengevakuasi seluruh korban ke daratan Desa Jinato. Pada pukul 05.30 Wita, seluruh korban tiba dengan selamat tanpa ada korban jiwa.
Setelah seluruh korban berhasil dievakuasi dengan selamat, Babinsa bersama anggota Pos Jagawana, Polairud, dan unsur terkait melaksanakan evaluasi lapangan untuk menelusuri kronologis kejadian serta mengkaji faktor penyebab kecelakaan. Evaluasi ini juga menyoroti pentingnya kepatuhan terhadap imbauan syahbandar terkait kondisi cuaca.
Babinsa Desa Jinato, Sertu Ansar, menyampaikan bahwa evaluasi ini menjadi langkah penting dalam upaya pencegahan. “Kami tidak hanya fokus pada evakuasi, tetapi juga langsung melakukan evaluasi bersama pihak terkait agar kejadian serupa tidak terulang. Keselamatan warga dan pelaut menjadi prioritas utama,” tegasnya.
Kejadian ini menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat pesisir agar selalu mengutamakan keselamatan, mematuhi arahan syahbandar, serta memperhatikan kondisi cuaca sebelum berlayar demi mencegah terulangnya kecelakaan laut serupa.




