![]() |
Liputan14.id | SELAYAR — Kobaran api membakar lahan perkebunan kelapa yang sudah tidak terawat di Dusun Balang Sembo, Kelurahan Putabangun, Kecamatan Bontoharu, Kabupaten Kepulauan Selayar, Rabu (26/8/2026) malam. Api mulai terlihat sekitar pukul 19.30 Wita dan membakar vegetasi kering di kawasan perbukitan.
Seorang warga, Nasir (37), pertama kali melihat nyala api sekitar pukul 19.40 Wita. Setelah melaksanakan shalat Magrib, Nasir melihat cahaya api yang cukup terang dari atas bukit di depan rumahnya. Ia kemudian segera menghubungi Babinsa dan Kepala Desa Putabangun untuk melaporkan kejadian tersebut.
Menerima laporan itu, Danramil bersama Babinsa Putabangun dan warga langsung bergerak menuju lokasi sekitar pukul 20.25 Wita. Mereka harus melewati medan terjal karena titik api berada di atas bukit dengan kemiringan cukup curam dan akses yang sulit.
Setibanya di lokasi, personel Kodim bersama warga langsung berjibaku memadamkan api. Mereka menggunakan peralatan seadanya sambil menyisir area yang terbakar untuk menghentikan pergerakan api. Medan yang curam dan banyak batu membuat proses pemadaman membutuhkan tenaga serta kewaspadaan tinggi.
Kerja keras personel Kodim dan warga membuahkan hasil. Sekitar pukul 21.40 Wita, mereka berhasil memadamkan seluruh kobaran api. Setelah itu, petugas menyisir kembali lokasi untuk memastikan tidak ada bara atau titik api yang berpotensi kembali membesar.
Kebakaran tersebut membakar lahan perkebunan kelapa yang sudah tidak terawat dengan luas sekitar satu hektare. Hingga proses pemadaman selesai, petugas belum mengetahui penyebab pasti munculnya api. Pihak terkait masih menelusuri sumber api dan mengumpulkan informasi dari masyarakat di sekitar lokasi.
Dandim 1415/Selayar, Letkol Czi Yudo Harianto, S.T., mengapresiasi gerak cepat personel Kodim bersama masyarakat dalam menangani kebakaran tersebut. Menurutnya, kondisi medan yang curam tidak menyurutkan semangat personel dan warga untuk mengendalikan kobaran api.
“Begitu menerima laporan, personel langsung bergerak bersama masyarakat menuju lokasi. Medannya cukup sulit karena berada di atas bukit, tetapi dengan kerja sama dan semangat gotong royong, api akhirnya dapat kita kendalikan,” ujar Letkol Yudo.
Dandim juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Ia meminta warga tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama pembakaran lahan dan membuang puntung rokok sembarangan.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan. Jika melihat titik api sekecil apa pun, segera laporkan kepada Babinsa, pemerintah desa atau aparat terdekat agar dapat ditangani sedini mungkin,” tegasnya.
Ia menambahkan, pencegahan kebakaran membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, kepedulian warga terhadap kondisi lingkungan menjadi langkah penting untuk mencegah kebakaran meluas, terutama ketika kondisi lahan dan vegetasi semakin kering.
“Kami akan terus mengingatkan dan mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan. Jangan sampai kelalaian kecil menimbulkan kebakaran yang lebih besar dan mengancam lahan maupun permukiman warga,” pungkas Dandim.


.jpeg)


