Notification

×

Iklan

Iklan

         
    
    
        
            ðŸ•Œ MASJID 99 KUBAH         
        
            Ikon Wisata Religi Kota Makassar         
    

Festival Ambaiang 2026 Resmi Ditutup, Sinergi Budaya dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Selayar

Minggu, 18 Oktober 2026 | Oktober 18, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-18T15:58:52Z


Liputan14.id | SELAYAR – Festival Ambaiang 2026 yang digelar di Dusun Silolo, Desa Lalang Bata, Kecamatan Buki, Kabupaten Kepulauan Selayar, resmi ditutup pada Minggu (18/10/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu upaya melestarikan warisan budaya lokal sekaligus mengembangkan potensi pariwisata dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.


Rangkaian penutupan festival yang dimulai pukul 08.40 WITA tersebut berlangsung meriah dengan melibatkan unsur pemerintah daerah, TNI-Polri, Bank Indonesia, perbankan, tokoh adat, tokoh agama, pemuda, serta masyarakat setempat.


Babinsa Desa Lalang Bata, Sertu Suardi, turut memantau dan melaporkan pelaksanaan kegiatan kepada Danramil 1415-04/Bontomanai sebagai bagian dari tugas pembinaan teritorial di wilayah.


Sejumlah pejabat dan tamu undangan hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Staf Ahli Bupati Bidang Kesejahteraan Rakyat H. Salahuddin, S.Sos.; Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan Bayu Martanto; Komandan KRI Marlin 877 Letkol Laut (P) Rahmad Kurniawan, S.T., M.Tr.Opsla; Danramil 1415-04/Bontomanai Kapten Inf Ramli; Kapolsek Bontomanai Aiptu Sudirman, S.H.; Camat Buki Dempak, S.Pd.; serta Pj. Kepala Desa Lalang Bata Mulyadi, S.E., M.M.


Hadir pula para pimpinan cabang Bank BRI, BNI, Mandiri, dan Sulselbar, kepala dusun, imam dusun, Karang Taruna, serta tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh perempuan se-Desa Lalang Bata.


Nuansa kearifan lokal terasa sejak awal acara melalui prosesi penjemputan adat terhadap pimpinan Bank Indonesia beserta rombongan, yang dilanjutkan dengan pengalungan bunga. Suasana semakin semarak dengan penampilan Tari Panruppai To Battu, Tari Boda’, dan Tari Emping Melinjo.


Setelah menyanyikan lagu Indonesia Raya dan pembacaan doa, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Komandan KRI Marlin 877, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, serta Staf Ahli Bupati Bidang Kesejahteraan Rakyat.


Festival ini juga menampilkan fashion show ecoprint dan Kebaya Tu Riolo sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas masyarakat sekaligus upaya memperkenalkan kekayaan tradisi lokal kepada generasi muda dan pengunjung.


Beragam kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa warisan budaya tidak hanya memiliki nilai sejarah dan identitas, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi daya tarik wisata yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.


Selain menampilkan kekayaan budaya, Festival Ambaiang 2026 juga menghadirkan berbagai kegiatan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.


Para pengunjung berkesempatan mengunjungi pasar kuliner dan UMKM, menyaksikan proses pengolahan kue tradisional berbahan jewawut, serta membeli produk-produk lokal yang dipasarkan oleh masyarakat.


Kegiatan tersebut menjadi ruang promosi bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan produk unggulan mereka sekaligus memperluas peluang pemasaran.


Bank Indonesia juga menghadirkan layanan penukaran uang rupiah. Sementara itu, rangkaian kegiatan sosial meliputi pengobatan gratis, sunat massal, serta penyaluran bantuan kepada masyarakat berupa bahan pangan, perlengkapan olahraga, susu bagi anak yang mengalami stunting, dan Al-Qur’an serta sajadah bagi tokoh agama.


Pada kesempatan yang sama, panitia mengumumkan hasil berbagai perlombaan dan menyerahkan hadiah kepada para pemenang. Penyerahan cendera mata kepada Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar turut menjadi bagian dari rangkaian acara.


Kehadiran Babinsa Desa Lalang Bata dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari peran TNI melalui pembinaan teritorial, khususnya dalam mendukung kegiatan kemasyarakatan dan mempererat hubungan dengan berbagai unsur di wilayah binaan.


Danramil 1415-04/Bontomanai, Kapten Inf Ramli, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya Festival Ambaiang 2026 yang dinilai menjadi wadah penting dalam menjaga kelestarian budaya lokal sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat.


“Festival Ambaiang bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan bentuk nyata kepedulian bersama dalam melestarikan warisan budaya leluhur agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi muda. Kegiatan ini juga membuka peluang untuk mengembangkan potensi pariwisata serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui UMKM dan produk unggulan lokal,” ungkapnya.


Ia juga menegaskan bahwa TNI melalui Babinsa akan terus mendukung berbagai kegiatan positif di wilayah binaan yang mampu mempererat persatuan, menjaga keharmonisan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat. Sinergi antara pemerintah, TNI-Polri, lembaga terkait, tokoh adat, pemuda, dan masyarakat merupakan modal penting untuk menjaga budaya lokal sekaligus membangun daerah yang lebih maju dan sejahtera,” tambahnya.


Melalui sinergi antara pemerintah, TNI-Polri, Bank Indonesia, lembaga perbankan, tokoh masyarakat, dan warga, Festival Ambaiang diharapkan dapat terus berkembang menjadi agenda budaya yang memberikan dampak positif bagi pelestarian tradisi, pengembangan pariwisata, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.


TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update