Notification

×

Iklan

Iklan

         
    
    
        
            ðŸ•Œ MASJID 99 KUBAH         
        
            Ikon Wisata Religi Kota Makassar         
    

Tak Ingin Warga Terisolir, Dandim Selayar Dorong Percepatan Pembangunan Jembatan Beton di Bonea Timur

Jumat, 24 Juli 2026 | Juli 24, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-24T09:34:35Z




Liputan14.id | SELAYAR - Pembangunan jembatan beton di Dusun Bukit-Bukit Selatan, Desa Bonea Timur, Kecamatan Bontomanai, Kabupaten Kepulauan Selayar, mulai berjalan. Jumat (24/7/2026), para pekerja melanjutkan tahapan pembangunan dengan memotong besi untuk pembuatan cakar ayam sebagai bagian dari pondasi jembatan serta menyiapkan papan mal yang akan digunakan dalam proses pengecoran.


Sebanyak empat belas  orang mengerjakan pembangunan tersebut, terdiri dari satu kepala tukang dan tiga pekerja serta sepuluh orang personel dari TNI yang ikut membantu. Mereka secara bersama-sama menyelesaikan setiap tahapan pekerjaan dengan mengutamakan ketelitian dan kekuatan konstruksi agar jembatan mampu menghadapi kondisi lingkungan serta derasnya aliran air yang kerap terjadi saat musim hujan.


Pembangunan jembatan ini menjadi wujud kolaborasi antara TNI, masyarakat, tenaga kerja, dan berbagai unsur lainnya untuk mempercepat terwujudnya akses penghubung yang lebih aman bagi warga. Kehadiran jembatan tersebut nantinya akan meningkatkan mobilitas masyarakat, khususnya warga Dusun Bukit-Bukit Selatan dan masyarakat Desa Bonea Timur yang selama ini menghadapi kendala saat melintasi sungai.


Persoalan tersebut semakin terasa ketika musim hujan tiba. Luapan air bah dari pegunungan kerap memenuhi aliran sungai dengan arus yang deras. Kondisi itu tidak hanya menghambat aktivitas masyarakat dan anak-anak sekolah, tetapi juga membahayakan warga yang memaksakan diri melintas karena derasnya arus air dapat menghanyutkan kendaraan beserta pengendaranya.


“Jembatan ini kita bangun karena kita tidak ingin ada masyarakat yang terisolir, terutama ketika musim hujan tiba dan luapan air sungai menghambat aktivitas warga. Akses masyarakat harus tetap terbuka, baik untuk bekerja, ke pasar, ke kebun maupun untuk anak-anak pergi ke sekolah,” ujar Dandim 1415/Selayar saat mengecek lokasi.


Menurutnya, pembangunan jembatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya untuk memastikan kelancaran mobilitas dan distribusi kebutuhan pokok masyarakat. Luapan air yang memutus akses dapat menyebabkan warga kesulitan beraktivitas hingga menghambat pasokan makanan dan kebutuhan lainnya.


“Kita berharap dengan adanya jembatan beton nanti, masyarakat dapat beraktivitas dengan lebih aman dan lancar. Tidak ada lagi warga yang harus menunggu air surut atau mengambil risiko melintasi arus yang deras. Kita akan terus mendorong agar pembangunan ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” tambahnya.


Jembatan beton tersebut diharapkan mampu menjadi solusi jangka panjang bagi masyarakat Dusun Bukit-Bukit Selatan. Selain membuka akses yang lebih aman, jembatan tersebut akan mendukung kelancaran aktivitas ekonomi, pendidikan, dan mobilitas warga, sehingga masyarakat tidak lagi menghadapi kesulitan beraktivitas maupun keterlambatan pasokan kebutuhan pokok akibat luapan air sungai.(PEN)

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update